CAFE

성경신학

Istilah Hermeneutika

작성자William|작성시간19.10.02|조회수21 목록 댓글 0

Istilah Hermeneutika


Kata 'hermeneutika' berasal dari bahasa Yunani kuno (hermeneuein “ἑρμηνεύειν” = untuk mengucapkan, menjelaskan, menerjemahkan), dan istilahnya digunakan oleh para pemikir yang membahas bagaimana pesan-pesan dewa atau ide-ide mental diekspresikan dalam bahasa manusia terlebih dahulu. Misalnya, Plato, seorang tokoh Filsuf Yunani Kuno (427-347 S.M.), menggunakan katanya Hermeneutika dalam para penyair disebut sebagai penafsir-penafsir (ἑρμηνεύς) terhadap keilahian, dan seorang murid beliau, Aristotle (384-322 S.M.) menulis sebuah risalah pertama yang ada sekarang terhadap hermeneutika, melaluinya dia menunjukkan bagaimana kata-kata yang diucapkan dan ditulis mengekspresi pikiran-pikiran dari batin. Maka semenjak demikian penampilan pertama, istilahnya hermeneuein, bersama dengannya kemudian ‘interpretari’ yang bererti setara dalam bahasa Latin, dikaitkan dengan tugas yang memahami sesuatu komunikasi yang diucapkan atay yang ditulis. (Jens Zimmermann., “Hermeneutics: A Very Short Introduction”, (NEW YORK : OXFORD UNIVERSITY), 2015, Hal. 3.)


Dalam mitologi Yunani kuno, Hermes adalah Putra Zeus dengan rymph Maia, pesuruh para dewa dan juga dewa para pengembara dan tipu muslihat, perdagangan, dan perbatasan. Dia menuntun jiwa-jiwa orang mati ke dunia orang mati. Dalam beberapa cerita, Hermes adalah leluhur Odysseus, dan dalam Odyssey, dia menasihati Odysseus tentang cara melawan sihir Circe. (Madeline Miller., "Circe", (JAKARTA : PT GRAMEDIA), 2018 Hal. 530.) Hermes juga melayani sebagai utusan antara para dewa langit dan manusia bumi. Melalui peranan Hermes yang menerjemahkan bahasa dewa langkit ke bahasa manusia bumi sambil dia menyeberangi perbatasan antara dunia dewa dan dunia mannusia dan lain-lain.


Hermes sebagai dewa pembelasan "mempunyai fungsi yang melampaui intelek dan komprehensi manusia." Oleh sebab itu Hermes mentafsirnya dan menyampaikannya, supaya manusia mudah memahai pemikiran yang tersembunyi di dalam batin para dewa (Hanguk Sinhak Yeonguso., "神學思想, 96-97호.", (서울 : 韓國神學硏究所), 1997,  hal. 125.) Dengan konsep Hermes demikian, kita bisa menemukan makna primitif hermeneutika (transfer, komprehensi, interpretasi, dll.). Peranan Hermes bukan hanya komunikasi atau utusan secara sederhana terhadap proklamasi, informasi dan lain-lain. Tetapi Hermes mengkognisi kehendak semula dewa yang tersembunyi dengan nyata, dia menyatakannya. Dia menerangkan kerahasiaan wahyu yang tersembunyi dan tujuan di dalam batin dewa, dan menerjemahkannya supaya manusia mudah menganggapnya sebagai semestinya.


Tentang Hermes tersebut dalam Kisah Para Rasul 14: 11-12, penduduk di Listra yang melihat mukjizat bahwa Paulus membantu seorang yang lemah kakinya dan lumpuh melonjak berdiri dan dapat berjalan kian ke mari. Mereka mengganggap bahwa dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah mereka dalam rupa manusia. Maka penduduk Listra memanggil Barnabas  sebagai Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes. Karena Paulus berbicara dengan berai di hadapan penduduk Listra. Keadaan yang mereka menyebut Paulus sebagai Hermes berkonkordasi dengan konsep utusan para dewa dan dewa kefasihan di dalam mitologi Yunani kuno. 


Dengan demikian menurut mitologi Yunani kuno, dewa Hermes adalah dewa yang menyampaikan tujuan Zeus dan kata-katanya kepada dewa-dewa yang lain dan manusia di bumi. Yakni, dia adalah dewa yang menafsirkan amanat dewa Zeus untuk dewa-dewa yang lain dan manusia di bumi dan  yang membantu mereka memahaminya.  (노영상., “기독교와 미래사회”, (서울 : 기독교서회), 2000, Hal. 201.), Dan juga konsep Hermes bererti bahawa Hermes menjelaskan baik menerjemahkan maupun menyatakan pesan dewa dalam dia melampaui masa, jarak, perbedaan, dan spasi dan sebagainya. Dan Gadamer juga seorang murid Martin Heidegger (1889-1976 ; Martin Heidegger dilahirkan di Messkirch. Jerman. Pada 26 September 1889 dan meninggal pada 26 Mei 1976. Beliau adalah seorang filsuf asal Jerman. Beliau belajar di Universiti Freiburg di bawah bimbingan Edmund Husserl. Beliau adalah pengasas teori fenomenologi. Beliau dianugerahkan gelaran profesor pada tahun 1928. Heidegger telah melakukan suatu anjakan dalam perbahasan dan pendekatan hermeneutik melalui analisis beliau tentang persoalan kewujudan atau ontologi. lihat laman web : https://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Heidegger), salah satu filsuf yang paling berpengaruh di abad ke-20, dan pengasas Hermeneutika Filsafat, memperhatikan cara yang mengatasi perbatasan antara lampau dan sekarang, perbatasan antara pengarang dan pembaca dan perbedaan horzonnya.

다음검색
현재 게시글 추가 기능 열기

댓글

댓글 리스트
맨위로

카페 검색

카페 검색어 입력폼